Manajemen Laktasi

Manajemen Laktasi

Manajemen Laktasi

ASI adalah cairan hidup yang mengandung zat kekebalan tubuh yang akan melindungi bayi dari bebgai penyakit infeksi bakteri, virus, parasit dan jamur. ASI memiliki banyak manfaat baik bagi bayi maupun ibu yang memberikan ASI. Bagi bayi ASI bermanfaat sebagai nutrisi, meningkatkan daya tahan tubuh bayi, meningkatkan kecerdasan, serta meningkatkan jalinan kasih sayang dengan ibu. Sedangkan bagi ibu, ASI memiliki manfaat untuk mengurangi perdarahan setelah melahirkan, mengurangi terjadinya anemia, menjarangkan kehamilan, mengecilkan rahim, membuat ibu cepat langsing kembali, mengurangi kemungkinan menderita kanker payudara dan indung telur, lebih ekonomis, dan praktis.
Manajemen laktasi adalah tata laksana yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan menyusui.

CARA MEMERAH ASI
Gunakan wadah yang terbuat dari plastik atau bahan metal untuk menampung ASI
Cuci tangan terlebih dahulu dan duduk dengan sedikit mendondongkan badan ke depan
Payudara dipijat dengan lembut dari dasar payudara ke arah puting susu
Rangsang puting susu dengan ibu jari dan jari telunjuk
Letakkan ibu jari di bagian atas sebelah luar aerola (pada jam 12) dan jari telunjuk serta jari tengah di bagian bawah aerola (pada jam 6)
Tekan jari-jari ke arah dada, kemudian pencet dan tekan payudara di antara jari-jari, lalu lepaskan, dorong ke arah puting seperti mengikuti gerakan mengisap bayi. Ulangi hal ini berulang-ulang.
Hindari menarik atau memeras terlalu keras. Bersabarlah, mungkin pada awalnya akan memakan waktu yang agak lama
ketika ASI mengalir lambat, gerakkan jari di sekitas aerola dan berpindah-indah tempat, kemudian mulai memerah lagi.
Ulangi prosedur ini sampai payudara menjadi lembek dan kosong
Untuk meningkatkan produksi ASI, payudara dikompres dengan air hangat dan dipijat dengan lembut sebelum memerah ASI. Memerah yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan produksi ASI

CARA MENYIMPAN ASI PERAH
ASI perah disimpan dalam lemari pendingin atau menggunakan portable cooler bag
Untuk tempat penyimpanan ASI, berikan sedikit ruangan pada bagian atas wadah penyimpanan karena seperti kebanyakan carian lain, ASI akan mengembang bila dibekukan.
ASI perah segar dapat disimpan dalam tempat/wadah tertutup selama 6- jam.
ASI beku dapat dicairkan di lemari pendingin, dapat bertahan 4 jam atau kurang untuk minum berikutnya, selanjutnya ASI dapat disimpan di lemari pendingin selama 24 jam tetapi tidak dapat dibekukan lagi.
ASI beku dapat dicairkan di luar lemari pendingin pada udara terbuka yang cukup hangat atau di dalam wadah berisi air hangat, selanjutnya ASI dapat bertahan 4 jam atau sampai waktu minum berikutnya tetapi tidak dapat dibekukan lagi.
Jangan menggunakan microwave dan memasak ASI untuk mencairkan atau menghangatkan ASI
Sebelum ASI diberikan kepada bayi, kocoklah ASI dengan perlahan untuk mencampur lemak yang telah mengapung.
ASI perah yang sudah diminum bayi sebaiknya diminum sampai selesai, kemudian sisanya dibuang.

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar