Cara Mengatasi Bayi Rewel karena Kolik atau Perut Kembung

Cara Mengatasi Bayi Rewel karena Kolik atau Perut Kembung

Cara Mengatasi Bayi Rewel karena Kolik atau Perut Kembung

Cara Mengatasi Bayi Rewel menangis terus-menerus membuat orang tua panik dan stres. Anda sudah mengganti popok, menyusui, dan menggendong bayi, tetapi tangis tidak berhenti. Bisa jadi bayi Anda mengalami kolik atau perut kembung. Kolik adalah kondisi di mana bayi menangis lebih dari tiga jam sehari, tiga hari seminggu. Kondisi ini umum terjadi pada bayi usia 2 minggu hingga 4 bulan. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi kolik tidak berbahaya bagi bayi. Berikut panduan mengenali dan mengatasi kolik serta perut kembung pada bayi.

Baca juga: RSIA Permata Serdang | Pusat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Unggulan

Tanda Bayi Mengalami Kolik

Bayi yang mengalami kolik menunjukkan pola tangis yang khas. Pertama, bayi menangis pada waktu yang sama setiap hari, biasanya sore atau malam. Kedua, tangis bayi terdengar lebih keras dan bernada tinggi dari biasanya. Ketiga, bayi mengepalkan kedua tangannya saat menangis. Keempat, bayi menarik kedua kakinya ke arah perut. Kelima, wajah bayi memerah karena mengejan. Keenam, perut bayi terasa keras dan kembung saat Anda sentuh. Ketujuh, bayi sulit tenang meskipun Anda sudah menggendong atau menyusuinya. Tangis kolik biasanya berhenti dengan sendirinya setelah bayi mengeluarkan gas atau buang air besar.

Perbedaan Kolik dengan Masalah Lain

Kolik berbeda dengan kelaparan atau kelelahan.  Kolik juga berbeda dengan kondisi medis serius. Demam, muntah proyektil, atau tinja berdarah bukanlah tanda kolik. Jika bayi menunjukkan gejala tersebut, segera bawa ke dokter. Kolik tidak menyebabkan berat badan bayi turun. Bayi kolik tetap minum ASI dengan baik dan berat badannya naik normal.

Cara Mengatasi Kolik dengan Gerakan

Gerakan tertentu dapat menenangkan bayi kolik. Pertama, gendong bayi dengan posisi tengkurap di lengan Anda. Letakkan perut bayi di lengan bawah Anda. Kepala bayi berada di telapak tangan Anda. Kedua, ayun bayi perlahan dengan gerakan naik turun atau ke samping. Gerakan ritmis mengingatkan bayi pada suasana di dalam rahim. Ketiga, duduklah di kursi goyang sambil menggendong bayi. Gerakan bergoyang membantu bayi rileks. Keempat, bawa bayi berjalan-jalan di dalam rumah. Gendong bayi menghadap ke depan sehingga ia bisa melihat sekitar. Kelima, letakkan bayi di ayunan bayi khusus. Pastikan ayunan memiliki pengaman yang baik.

Cara Mengatasi Kolik dengan Suara

Suara tertentu juga efektif menenangkan bayi kolik. Pertama, nyalakan mesin pengering rambut atau vacuum cleaner. Suara dengungan mesin menyerupai suara aliran darah yang bayi dengar di dalam rahim. Kedua, putar musik lembut atau suara detak jantung. Banyak aplikasi ponsel menyediakan suara white noise khusus bayi. Ketiga, nyanyikan lagu dengan nada rendah dan berulang. Suara ibu lebih menenangkan daripada suara mesin. Keempat, dekatkan bayi ke mesin cuci atau kipas angin yang sedang menyala. Jaga jarak aman untuk melindungi pendengaran bayi. Pastikan volume suara tidak terlalu keras. Suara yang terlalu keras justru membuat bayi semakin rewel.

Cara Mengatasi Kolik dengan Pijatan

Pijatan lembut membantu bayi mengeluarkan gas dari perutnya. Pertama, hangatkan telapak tangan Anda dengan menggosokkannya. Letakkan telapak tangan di perut bayi. Kedua, gerakkan tangan Anda searah jarum jam mengikuti bentuk usus bayi. Lakukan pijatan ini selama lima hingga sepuluh menit. Ketiga, lakukan gerakan “sepeda” dengan kaki bayi. Pegang kedua betis bayi. Gerakkan kaki bayi bergantian seperti mengayuh sepeda. Keempat, tekan lembut kedua lutut bayi ke arah perutnya. Tahan sebentar, lalu lepaskan. Ulangi gerakan ini sepuluh kali. Kelima, gendong bayi dengan posisi tengkurap di pangkuan Anda. Tepuk-tepuk punggung bayi perlahan.

Cara Mengatasi Kolik dengan Perubahan Posisi Menyusui

Posisi menyusui yang salah menyebabkan bayi menelan banyak udara. Udara ini terperangkap di perut dan menyebabkan kembung. Untuk bayi ASI, pastikan mulut bayi mengambil seluruh areola, bukan hanya puting. Untuk bayi susu formula, pastikan botol dalam posisi miring. Seluruh puting botol harus terisi susu, bukan udara. Gunakan botol antikolik dengan lubang udara di bagian dasar. Sendawakan bayi setiap selesai menyusu, bukan hanya di akhir. Sendawakan bayi di tengah waktu menyusu jika bayi tampak gelisah.

Cara Menyendawakan Bayi dengan Benar

Sendawa mengeluarkan udara yang tertelan saat bayi menyusu. Cobalah tiga posisi menyendawakan bayi berikut. Posisi pertama, gendong bayi tegak dengan perut menempel di dada Anda. Sandarkan dagu bayi di bahu Anda. Tepuk punggung bayi perlahan. Posisi kedua, dudukkan bayi di pangkuan Anda. Sangga dada dan dagu bayi dengan satu tangan. Tepuk punggung bayi dengan tangan lainnya. Posisi ketiga, tengkurapkan bayi di pangkuan Anda. Kepala bayi lebih tinggi dari dadanya. Tepuk punggung bayi perlahan. Jangan berhenti sampai bayi mengeluarkan sendawa. Beberapa bayi memerlukan waktu lima belas menit untuk bersendawa.

Kapan Kolik Akan Berhenti

Kolik adalah kondisi sementara yang akan berakhir dengan sendirinya. Kebanyakan bayi mulai menunjukkan gejala kolik di usia 2 hingga 3 minggu. Gejala kolik mencapai puncaknya di usia 6 hingga 8 minggu. Kolik biasanya berhenti saat bayi berusia 3 hingga 4 bulan. Setelah usia 4 bulan, sistem pencernaan bayi lebih matang. Bayi juga sudah bisa mengeluarkan gas dengan lebih mudah. Anda hanya perlu bersabar melewati masa-masa sulit ini. Ingatlah bahwa kolik tidak menyebabkan efek jangka panjang pada bayi.

Kapan Harus ke Dokter

Segera bawa bayi ke dokter jika Anda melihat tanda-tanda berikut. Pertama, bayi tidak mau menyusu sama sekali selama lebih dari 6 jam. Kedua, berat badan bayi tidak naik atau bahkan turun. Ketiga, bayi muntah dengan tekanan kuat (muntah proyektil). Keempat, tinja bayi berwarna hijau pekat atau mengandung darah. Kelima, bayi tampak sangat lemas dan sulit dibangunkan. Keenam, tangis bayi berubah menjadi jeritan kesakitan. Ketujuh, bayi demam dengan suhu di atas 38 derajat Celcius. Dokter akan memeriksa apakah ada kondisi medis lain yang menyebabkan gejala tersebut.

Kesimpulan

Kolik dan perut kembung menjadi penyebab umum bayi rewel di usia 2 minggu hingga 4 bulan. Kenali tanda kolik dari pola tangis yang terjadi pada waktu yang sama setiap hari. Bedakan kolik dengan kelaparan, kelelahan, atau kondisi medis serius. Atasi kolik dengan gerakan menggendong dan mengayun bayi. Gunakan suara white noise atau nyanyian ibu untuk menenangkan bayi. Lakukan pijatan lembut di perut bayi searah jarum jam. Ubah posisi menyusui agar bayi tidak menelan banyak udara. Sendawakan bayi dengan tiga posisi berbeda. Ingatlah bahwa kolik akan berakhir saat bayi berusia 3 hingga 4 bulan. Jangan ragu ke dokter jika bayi menunjukkan tanda bahaya seperti demam atau muntah proyektil. Anda tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit ini. Banyak orang tua mengalami hal yang sama dan berhasil melewatinya. Bersabarlah, masa kolik akan berlalu. Anda dan bayi akan melewati fase ini bersama-sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version