Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi Usia 0-12 Bulan
Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap membangun benteng pertahanan terkuat bagi bayi terhadap berbagai penyakit berbahaya. Vaksin merangsang sistem kekebalan tubuh bayi untuk membentuk antibodi. Antibodi ini akan melindungi bayi saat terpapar penyakit di kemudian hari. Tanpa imunisasi, bayi berisiko tinggi terkena penyakit yang sebenarnya bisa kita cegah. Penyakit seperti campak, polio, dan TBC dapat menyebabkan kecacatan permanen bahkan kematian. Pemerintah Indonesia telah menetapkan jadwal imunisasi dasar lengkap untuk semua bayi. Oleh karena itu, setiap orang tua perlu memahami jadwal ini dengan baik. Berikut panduan lengkap jadwal imunisasi bayi usia 0 hingga 12 bulan.
Imunisasi Hepatitis B (HB-0)
Bayi baru lahir harus mendapatkan imunisasi Hepatitis B dalam waktu 24 jam setelah lahir. Vaksin ini melindungi bayi dari virus Hepatitis B yang menyerang hati. Virus ini dapat menular dari ibu ke bayi saat proses persalinan. Petugas kesehatan akan menyuntikkan satu dosis vaksin di paha kiri bayi sesaat setelah lahir. Imunisasi ini sangat penting karena infeksi Hepatitis B pada bayi hampir selalu menjadi kronis. Karena itu, jangan menunda imunisasi ini tanpa alasan medis yang jelas.
Imunisasi BCG (Tuberkulosis)
Pada usia 0 hingga 1 bulan, bayi memerlukan imunisasi BCG untuk mencegah tuberkulosis. TBC merupakan penyakit paru-paru yang sangat menular dan berbahaya bagi bayi. Petugas memberikan vaksin BCG sekali seumur hidup di lengan kanan atas bayi. Bekas suntikan akan membentuk benjolan kecil. Benjolan ini kemudian pecah dan meninggalkan bekas luka. Reaksi ini normal dan menandakan vaksin bekerja dengan baik. Jangan mengoleskan obat apapun ke benjolan tersebut. Biarkan mengering dengan sendirinya.
Baca juga: Cara Merawat Pusar Bayi Baru Lahir agar Tidak Infeksi
Imunisasi Polio
Imunisasi polio melindungi bayi dari kelumpuhan permanen akibat virus polio. Virus ini menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan. Petugas memberikan imunisasi polio dalam empat tahap. Pertama, petugas meneteskan vaksin polio (OPV) ke mulut bayi saat bayi baru lahir. Kedua, petugas memberikan OPV kedua saat bayi usia 2 bulan bersamaan dengan imunisasi DPT dan Hepatitis B. Ketiga, petugas memberikan OPV ketiga saat bayi usia 3 bulan. Keempat, petugas memberikan OPV keempat saat bayi usia 4 bulan. Selain tetes, petugas juga menyuntikkan vaksin polio (IPV) di usia 4 bulan.
Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)
Imunisasi DPT melindungi bayi dari tiga penyakit sekaligus. Difteri menyebabkan penyumbatan saluran napas yang bisa berakibat fatal. Pertusis atau batuk rejan menyebabkan batuk hebat yang membuat bayi sulit bernapas. Tetanus menyebabkan kejang otot yang menyakitkan di seluruh tubuh. Petugas memberikan vaksin DPT dalam tiga tahap. Suntikan ini petugas berikan di paha bayi. Demam ringan setelah imunisasi DPT merupakan hal yang normal, jadi jangan terlalu cemas.
Imunisasi Hib (Haemophilus Influenzae tipe B)
Vaksin Hib melindungi bayi dari bakteri Haemophilus influenzae tipe B. Bakteri ini menyebabkan radang selaput otak (meningitis) dan radang paru-paru. Meningitis pada bayi dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan gangguan pendengaran. Petugas memberikan vaksin Hib bersamaan dengan vaksin DPT di usia 2, 3, dan 4 bulan. Petugas menyuntikkan vaksin ini di paha yang sama dengan vaksin DPT. Setelah usia 12 bulan, petugas akan memberikan satu dosis booster.
Imunisasi Campak
Pada usia 9 bulan, bayi memerlukan imunisasi campak untuk mencegah penyakit yang sangat menular. Campak menyebabkan ruam merah di seluruh tubuh disertai demam tinggi. Komplikasi campak meliputi radang paru-paru, diare berat, dan radang otak. Petugas menyuntikkan satu dosis vaksin campak di paha kiri bayi. Setelah usia 12 bulan, petugas memberikan vaksin campak lagi sebagai booster. Jangan menjadwalkan imunisasi campak saat bayi sedang sakit demam.
Imunisasi PCV (Pneumokokus)
Vaksin PCV melindungi bayi dari bakteri pneumokokus penyebab radang paru-paru. Bakteri ini juga menyebabkan meningitis dan infeksi darah (sepsis). Petugas memberikan vaksin PCV dalam tiga tahap. Petugas menyuntikkan vaksin ini di paha kanan bayi. PCV sangat penting untuk mencegah pneumonia yang menjadi penyebab utama kematian balita di Indonesia.
Imunisasi Rotavirus
Vaksin rotavirus melindungi bayi dari diare berat akibat infeksi rotavirus. Rotavirus menyebabkan diare encer disertai muntah dan demam. Dehidrasi akibat diare rotavirus dapat mengancam nyawa bayi. Berikan vaksin ini sebelum bayi makan. Bayi mungkin muntah setelah meminum vaksin, tetapi ini normal dan tidak mengurangi efektivitas vaksin.
Tips Sebelum dan Sesudah Imunisasi
Pastikan bayi dalam kondisi sehat saat akan diimunisasi. Jangan membawa bayi imunisasi jika sedang demam atau diare. Beri tahu dokter tentang riwayat alergi bayi Anda. Setelah imunisasi, berikan ASI lebih sering untuk menghibur bayi. Demam ringan setelah imunisasi merupakan hal yang normal, jadi jangan panik. Kompres air hangat di bekas suntikan jika bayi rewel. Berikan parasetamol sesuai dosis yang dianjurkan dokter jika demam tinggi. Jangan memberikan aspirin pada bayi karena berisiko menyebabkan sindrom Reye. Catat tanggal imunisasi di buku KIA atau aplikasi kesehatan untuk mengingat jadwal berikutnya.
Kesimpulan
Imunisasi dasar lengkap memberikan perlindungan terbaik bagi bayi Anda. Petugas kesehatan harus memberikan Hepatitis B segera setelah lahir. Kemudian, petugas memberikan BCG dan Polio di bulan pertama. Pada usia 2, 3, dan 4 bulan, petugas memberikan imunisasi DPT, Hib, PCV, Polio, dan Rotavirus. Di usia 9 bulan, petugas memberikan imunisasi campak. Beberapa vaksin seperti PCV dan campak memerlukan dosis lanjutan di usia 12 bulan. Jangan pernah melewatkan jadwal imunisasi tanpa alasan yang jelas. Jika terlewat, segera hubungi dokter untuk menjadwalkan ulang. Imunisasi tertunda lebih baik daripada tidak sama sekali. Simpan buku KIA dengan baik sebagai catatan riwayat imunisasi bayi Anda. Bawa buku tersebut setiap kali mengunjungi posyandu atau puskesmas. Dengan imunisasi lengkap, Anda memberikan perlindungan terbaik untuk masa depan bayi Anda.
