Cara Merawat Pusar Bayi Baru Lahir agar Tidak Infeksi
Cara Merawat Pusar Bayi baru lahir membutuhkan perawatan khusus di minggu-minggu pertama kehidupan. Tali pusar yang menghubungkan bayi dengan plasenta akan mengering dan lepas dengan sendirinya. Proses ini biasanya berlangsung antara lima hingga lima belas hari setelah kelahiran. Selama masa ini, tali pusar rentan terhadap infeksi bakteri. Infeksi tali pusar dapat menyebar ke seluruh tubuh bayi melalui pembuluh darah. Anda sebagai orang tua perlu mengetahui cara merawat pusar bayi dengan benar. Berikut adalah panduan lengkap perawatan pusar bayi baru lahir.
Mengapa Perawatan Pusar Sangat Penting?
Tali pusar yang belum lepas merupakan luka terbuka di tubuh bayi. Bakteri dapat masuk melalui luka ini dengan sangat mudah. Sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir masih sangat lemah. Bayi belum memiliki antibodi yang cukup untuk melawan infeksi. Infeksi tali pusar yang tidak ditangani dapat menyebabkan sepsis atau keracunan darah. Sepsis pada bayi baru lahir berisiko tinggi menyebabkan kematian. Karena itu, perawatan pusar yang benar menjadi langkah pencegahan utama.
Baca juga: Tanda Bahaya Kehamilan yang Wajib Diketahui Setiap Ibu Hamil
Tanda Pusar Bayi Sehat
Pusar yang sehat akan mengering dan berubah warna menjadi hitam kecoklatan. Tali pusar akan mengerut dan terlihat seperti keriput. Tidak ada cairan atau darah yang keluar dari pangkal tali pusar. Kulit di sekitar pusar berwarna normal tanpa kemerahan. Bayi tidak menangis saat Anda menyentuh area pusar. Tidak ada bau tidak sedap yang keluar dari tali pusar. Tali pusar akan lepas dengan sendirinya tanpa pendarahan aktif. Setelah lepas, pusar akan membentuk luka kecil yang mengering dalam satu hingga dua hari.
Tanda Pusar Bayi Infeksi
Anda perlu waspada terhadap tanda-tanda infeksi berikut. Pertama, kulit di sekitar pusar tampak merah dan bengkak. Kemerahan ini biasanya menyebar ke area perut sekitarnya. Kedua, keluar cairan kuning atau nanah dari pangkal tali pusar. Cairan ini sering berbau tidak sedap. Ketiga, tali pusar basah terus-menerus dan tidak mengering. Keempat, bayi Anda demam dengan suhu di atas 38 derajat Celcius. Kelima, bayi tampak lemas dan tidak mau menyusu. Jika Anda menemukan tanda-tanda ini, segera bawa bayi ke dokter.
Cara Membersihkan Pusar Bayi
Siapkan kapas bersih dan air hangat matang. Cuci tangan Anda dengan sabun hingga bersih sebelum memulai. Celupkan kapas ke dalam air hangat matang, lalu peras hingga tidak menetes. Bersihkan area sekitar pusar dengan gerakan dari dalam ke luar. Jangan menggosok area pusar terlalu keras. Biarkan pusar mengering dengan sendirinya selama beberapa menit. Anda tidak perlu memberikan bedak atau minyak apa pun di area pusar. Lakukan pembersihan ini dua hingga tiga kali sehari.
Cara Melipat Popok yang Benar
Lipatan popok yang salah sering menyebabkan infeksi pusar. Popok yang menutupi tali pusar membuat area ini lembab dan hangat. Kondisi ini menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Lipat bagian depan popok ke bawah menjauhi pusar. Anda juga bisa menggunakan popok yang memiliki guntingan khusus untuk pusar. Ganti popok setiap kali basah atau kotor. Jangan biarkan bayi menggunakan popok yang sama terlalu lama. Urine dan feses mengandung bakteri yang dapat menginfeksi tali pusar.
Cara Memandikan Bayi dengan Tali Pusar Masih Menempel
Anda tetap bisa memandikan bayi meskipun tali pusar belum lepas. Gunakan air hangat bersih tanpa menambahkan sabun antiseptik. Jangan merendam bayi dalam bak mandi terlalu lama. Cukup lap tubuh bayi dengan waslap lembut. Hindari menyiramkan air langsung ke area pusar. Setelah mandi, keringkan tubuh bayi dengan handuk lembut. Beri perhatian khusus pada area pusar hingga benar-benar kering. Jangan menutup pusar dengan plester atau perban apa pun.
Pakaian yang Tepat untuk Bayi
Pilih baju bayi yang longgar dan terbuat dari bahan katun. Bahan katun menyerap keringat sehingga area pusar tetap kering. Hindari baju yang terlalu ketat di area perut. Kain yang menekan tali pusar dapat menyebabkan iritasi dan memperlambat pelepasan. Ganti baju bayi setiap hari atau lebih sering jika basah oleh keringat. Jemur baju bayi di bawah sinar matahari langsung untuk membunuh bakteri.
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan
Jangan mengoleskan alkohol atau betadine ke tali pusar kecuali atas perintah dokter. Alkohol justru membunuh bakteri baik yang membantu pelepasan tali pusar. Jangan menarik atau memaksakan tali pusar lepas. Biarkan tali pusar lepas dengan sendirinya. Memaksa menarik tali pusar dapat menyebabkan pendarahan. Jangan menutup pusar dengan koin atau kain apapun. Kebiasaan ini justur membuat pusar lembab dan mudah infeksi. Jangan memandikan bayi di air yang sudah dicampur antiseptik. Bahan kimia dapat mengiritasi kulit bayi yang sensitif.
Kapan Tali Pusar Akan Lepas?
Tali pusar biasanya lepas antara hari kelima hingga kelima belas. Beberapa bayi mungkin membutuhkan waktu hingga tiga minggu. Proses pelepasan yang lama belum tentu menandakan masalah. Yang penting Anda tetap melakukan perawatan dengan benar setiap hari. Tali pusar akan mengering, mengerut, lalu lepas dengan sendirinya. Setelah lepas, mungkin akan muncul sedikit tetesan darah. Ini normal dan akan berhenti dalam satu hingga dua hari.
Kesimpulan
Merawat pusar bayi baru lahir tidak sulit jika Anda tahu caranya. Bersihkan area pusar dengan kapas dan air hangat matang dua hingga tiga kali sehari. Biarkan pusar mengering dengan sendirinya tanpa ditutup apapun. Lipat popok ke bawah agar tidak menutupi tali pusar. Mandikan bayi dengan air hangat tanpa merendam area pusar. Pilih baju katun longgar yang tidak menekan perut bayi. Jangan pernah mengoleskan alkohol, betadine, atau bedak di pusar. Jangan menarik atau memaksakan tali pusar lepas. Segera bawa bayi ke dokter jika Anda melihat tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, atau nanah. Dengan perawatan yang tepat, pusar bayi akan sehat dan lepas tepat waktu. Anda tidak perlu cemas berlebihan selama melakukan perawatan dengan benar setiap hari.
