Tanda Bahaya Kehamilan yang Wajib Diketahui Setiap Ibu Hamil

Tanda Bahaya Kehamilan yang Wajib Diketahui Setiap Ibu Hamil

Tanda Bahaya Kehamilan  Setiap ibu hamil menginginkan kehamilan yang sehat hingga persalinan. Namun, beberapa kondisi darurat bisa muncul tanpa diduga. Mengenali tanda bahaya kehamilan menyelamatkan nyawa ibu dan janin. Banyak kematian ibu terjadi karena terlambat mengenali gejala. Anda tidak perlu panik dengan setiap perubahan kecil. Yang Anda perlukan adalah kewaspadaan terhadap gejala-gejala tertentu. Berikut adalah tanda bahaya kehamilan yang tidak boleh Anda abaikan.

Perdarahan Melalui Vagina

Perdarahan ringan setelah berhubungan intim atau setelah pemeriksaan dalam mungkin normal. Namun, perdarahan seperti menstruasi pada trimester pertama menandakan ancaman keguguran. Perdarahan pada trimester kedua dan ketiga bisa menandakan plasenta previa atau solusio plasenta. Plasenta previa terjadi ketika plasenta menutupi jalan lahir. Solusio plasenta terjadi ketika plasenta lepas dari dinding rahim sebelum waktunya. Kedua kondisi ini mengancam nyawa ibu dan janin. Segera periksakan diri ke dokter atau bidan jika Anda mengalami perdarahan.

Sakit Kepala Hebat yang Tidak Hilang

Sakit kepala biasa masih wajar selama kehamilan. Namun, sakit kepala hebat yang tidak hilang setelah beristirahat atau minum obat perlu Anda waspadai. Sakit kepala ini sering menyertai preeklamsia atau keracunan kehamilan. Preeklamsia ditandai dengan tekanan darah tinggi dan protein dalam urine. Kondisi ini dapat berlanjut menjadi eklamsia yang menyebabkan kejang. Jangan menunggu sampai kejang terjadi. Periksakan tekanan darah Anda segera jika sakit kepala tidak kunjung reda.

Gangguan Penglihatan

Penglihatan kabur, melihat bintik-bintik, atau kilatan cahaya menjadi tanda bahaya serius. Gejala ini juga berkaitan dengan preeklamsia. Tekanan darah tinggi menyebabkan pembengkakan di retina mata. Kondisi ini mengganggu kemampuan mata untuk memproses cahaya. Anda mungkin melihat seperti ada lalat beterbangan di depan mata. Dalam kasus berat, Anda bisa kehilangan penglihatan sementara. Jangan mengabaikan perubahan penglihatan sekecil apa pun selama kehamilan.

Bengkak di Wajah dan Tangan

Bengkak di kaki masih normal karena pengaruh hormon dan tekanan rahim. Namun, bengkak yang tiba-tiba muncul di wajah dan tangan perlu Anda curigai. Bengkak di area ini menandakan retensi cairan akibat preeklamsia. Cobalah tekan jari Anda ke area yang bengkak. Jika meninggalkan bekas cekungan, itu tanda edema yang serius. Perhatikan juga jika cincin Anda tiba-tiba terasa sesak di jari. Segera periksakan tekanan darah Anda ke fasilitas kesehatan terdekat.

Mual dan Muntah Berlebihan

Mual dan muntah di pagi hari adalah keluhan umum trimester pertama. Namun, muntah yang terjadi terus-menerus sepanjang hari perlu Anda waspadai. Kondisi ini disebut hiperemesis gravidarum. Anda tidak bisa menahan makanan atau minuman apa pun. Tubuh Anda kehilangan cairan dan elektrolit secara drastis. Tanda dehidrasi meliputi mulut kering, jarang buang air kecil, dan mata cekung. Hiperemesis gravidarum memerlukan perawatan di rumah sakit. Anda akan mendapatkan cairan infus dan obat anti muntah.

Demam Tinggi

Demam selama kehamilan tidak boleh Anda anggap sepele. Suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius bisa membahayakan janin. Demam tinggi pada trimester pertama meningkatkan risiko cacat lahir. Demam pada trimester akhir bisa menandakan infeksi ketuban atau infeksi saluran kemih. Infeksi ketuban dapat menyebabkan persalinan prematur. Segera ukur suhu tubuh Anda jika merasa demam. Konsumsi parasetamol sebagai penurun demam yang aman untuk ibu hamil. Namun, tetap periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab demam.

Gerakan Janin Berkurang

Janin mulai bergerak aktif sejak usia 20 minggu kehamilan. Anda seharusnya merasakan setidaknya sepuluh gerakan dalam dua belas jam. Hitung gerakan janin setiap hari pada waktu yang sama. Jika gerakan janin berkurang drastis atau berhenti sama sekali, segera ke rumah sakit. Berkurangnya gerakan bisa menandakan janin dalam keadaan stres. Janin mungkin kekurangan oksigen atau nutrisi dari plasenta. Jangan menunggu sampai keesokan harinya. Setiap menit sangat berharga untuk menyelamatkan janin Anda.

Baca juga: rsiapermataserdang.com

Kontraksi Dini

Kontraksi rahim sebelum usia kehamilan 37 minggu menandakan ancaman persalinan prematur. Anda mungkin merasakan perut mengeras seperti kram menstruasi. Kontraksi terjadi teratur setiap sepuluh menit atau kurang. Rasa nyeri menjalar dari punggung bawah ke perut bagian depan. Anda juga bisa melihat lendir bercampur darah dari vagina. Jika Anda mengalami tanda-tanda ini, segera ke rumah sakit. Dokter akan memberikan obat untuk menghentikan kontraksi. Perawatan di rumah sakit juga membantu mematangkan paru-paru janin jika persalinan tidak bisa dihindari.

Ketuban Pecah Dini

Cairan ketuban yang keluar sebelum waktunya menandakan selaput ketuban sudah pecah. Anda mungkin merasakan cairan merembes atau menyembur tiba-tiba dari vagina. Cairan ketuban berwarna bening kekuningan dan tidak berbau. Berbeda dengan urine yang berbau amonia. Jika ketuban pecah dini, jalan lahir terbuka untuk masuknya kuman. Infeksi dapat menyerang ibu dan janin. Segera ke rumah sakit meskipun Anda belum merasakan kontraksi. Dokter akan memantau kondisi janin dan memberikan antibiotik pencegahan.

Kesimpulan

Kehamilan sehat bukan berarti bebas dari risiko. Anda perlu mengenali sembilan tanda bahaya kehamilan yang sudah dijelaskan. Perdarahan vagina, sakit kepala hebat, dan gangguan penglihatan menandakan kemungkinan preeklamsia atau keguguran. Bengkak di wajah dan tangan juga berkaitan dengan tekanan darah tinggi. Mual muntah berlebihan bisa menjadi hiperemesis gravidarum yang memerlukan perawatan rumah sakit. Demam tinggi membahayakan janin dan memerlukan penanganan segera. Berkurangnya gerakan janin menandakan stres pada janin. Kontraksi dini dan ketuban pecah dini mengancam persalinan prematur. Jangan ragu untuk memeriksakan diri jika Anda mengalami salah satu tanda ini. Lebih baik datang ke rumah sakit untuk hal yang tidak serius daripada datang terlambat untuk hal yang serius. Simpan nomor darurat bidan atau dokter Anda di ponsel. Bicarakan dengan suami atau keluarga tentang tanda-tanda ini. Kehamilan yang aman adalah tanggung jawab bersama.