Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir yang Wajib Anda Kenali
Tanda Bahaya pada Bayi Baru lahir belum bisa berbicara atau menunjukkan rasa sakit dengan jelas. Tangisan menjadi satu-satunya cara bayi berkomunikasi dengan Anda. Namun, tidak semua tangisan berarti bahaya. Beberapa tanda fisik justru lebih penting untuk Anda perhatikan. Mengenali tanda bahaya sejak dini menyelamatkan nyawa bayi Anda. Jangan menunggu sampai kondisi memburuk. Berikut adalah tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir yang tidak boleh Anda abaikan.
Baca juga: Jadwal MPASI yang Benar untuk Bayi Usia 6-12 Bulan
Demam pada Bayi Baru Lahir
Suhu tubuh normal bayi berkisar antara 36,5 hingga 37,5 derajat Celcius. Pengukuran melalui anus memberikan hasil paling akurat untuk bayi. Bayi di bawah usia 3 bulan dengan suhu 38 derajat Celcius atau lebih memerlukan penanganan segera. Sistem kekebalan bayi masih sangat lemah untuk melawan infeksi sendiri.
Jangan berikan obat penurun demam tanpa resep dokter terlebih dahulu. Buka pakaian bayi yang terlalu tebal dan berikan ASI lebih sering. Segera bawa bayi ke rumah sakit jika demam disertai tangisan melengking atau bayi tampak lemas.
Hipotermia atau Suhu Tubuh Terlalu Rendah
Suhu tubuh bayi di bawah 36 derajat Celcius menandakan hipotermia. Tubuh bayi kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya memproduksi panas. Bayi prematur memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipotermia.
Tanda hipotermia meliputi kulit terasa dingin saat disentuh. Bayi tampak mengantuk dan sulit dibangunkan. Tangisan bayi terdengar lemah. Bayi juga menolak menyusu saat Anda tawarkan.
Hangatkan bayi dengan meletakkannya di dada ibu (skin to skin). Tutup kepala bayi dengan topi karena kepala merupakan area terbesar kehilangan panas. Segera bawa ke rumah sakit jika suhu tubuh tidak kunjung naik.
Kesulitan Bernapas
Bayi yang sehat bernapas dengan teratur tanpa suara tambahan. Tanda kesulitan bernapas antara lain lubang hidung mengembang setiap kali bayi menarik napas. Tarikan dinding dada ke dalam saat bayi bernapas juga menjadi tanda bahaya.
Bayi mungkin mengeluarkan suara seperti dengkuran atau ronki. Warna kulit bayi bisa berubah kebiruan terutama di sekitar mulut dan ujung jari. Bayi tampak gelisah dan sulit tidur karena berusaha keras untuk bernapas. Segera bawa ke unit gawat darurat jika Anda melihat tanda-tanda ini.
Kebiruan pada Kulit (Sianosis)
Kebiruan di sekitar mulut, lidah, dan ujung jari menandakan kekurangan oksigen dalam darah. Kondisi ini disebut sianosis dan sangat berbahaya bagi bayi. Penyebabnya bisa dari gangguan jantung, paru-paru, atau aliran darah.
Beberapa bayi mengalami kebiruan hanya saat menangis keras. Namun, kebiruan yang menetap meskipun bayi tenang memerlukan pemeriksaan segera. Jangan menunggu sampai bayi sesak napas. Segera bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan saturasi oksigen.
Kejang pada Bayi
Kejang pada bayi baru lahir sering tidak tampak seperti kejang pada orang dewasa. Bayi tidak selalu menggoyangkan seluruh tubuhnya. Tanda kejang pada bayi meliputi bola mata berputar atau menatap ke satu arah.
Bayi mungkin menghentakkan satu tangan atau satu kaki secara ritmis. Gerakan seperti mengayuh sepeda atau mengecap bibir berulang juga bisa menjadi tanda kejang. Bayi tampak tidak sadar sejenak dan tidak merespon panggilan Anda.
Rekam gerakan bayi dengan ponsel untuk menunjukkan ke dokter. Jangan memasukkan apapun ke mulut bayi saat kejang. Miringkan kepala bayi untuk mencegah tersedak jika ia gumoh.
Muntah yang Berlebihan
Bayi baru lahir sering gumoh setelah menyusu. Ini normal karena katup antara kerongkongan dan lambung masih lemah. Namun, muntah yang berbeda dari gumoh perlu Anda waspadai.Segera hentikan menyusu dan bawa bayi ke dokter jika muntah terjadi berulang kali.
Diare dan Tanda Dehidrasi
Bayi yang mendapat ASI eksklusif bisa buang air besar hingga 10 kali sehari. Ini masih normal selama konsistensi tinja seperti bubur dan warna kuning. Diare ditandai dengan tinja encer seperti air dan frekuensi lebih sering dari biasanya.
Bayi kehilangan banyak cairan melalui tinja. Tanda dehidrasi pada bayi meliputi popok kering selama 6 jam atau lebih. Ubun-ubun (titik lunak di kepala) tampak cekung. Mulut dan bibir bayi terlihat kering.
Bayi menangis tanpa mengeluarkan air mata. Kulit bayi tidak kembali normal saat Anda cubit. Segera berikan oralit khusus bayi jika masih bisa minum. Bawa ke rumah sakit jika bayi tidak mau minum sama sekali.
Perubahan Warna dan Konsistensi Tinja
Tinja pertama bayi berwarna hitam kehijauan disebut mekonium. Warna ini akan berubah menjadi hijau, lalu kuning dalam beberapa hari.</p>
Konsistensi tinja yang sangat keras menan
dakan konstipasi. Konsistensi tinja yang sangat encer dan berlendir menandakan infeksi. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda melihat warna tinja yang tidak biasa.
Kuning pada Kulit Bayi
Kuning pada kulit bayi (jaundice) muncul pada hari kedua hingga kelima setelah lahir. Kondisi ini normal dan akan hilang dalam dua minggu. Namun, kuning yang muncul dalam 24 jam pertama sangat berbahaya.
Kuning yang mencapai telapak tangan dan telapak kaki juga menandakan kadar bilirubin sangat tinggi. Bayi tampak lemas dan tidak mau menyusu. Tinja bayi berwarna putih pucat. Bayi sering menangis dengan suara melengking.
Segera periksakan kadar bilirubin bayi jika Anda melihat tanda-tanda ini. Kadar bilirubin yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.
Tali Pusat Berbau atau Bernanah
Tali pusat yang sehat akan mengering, mengerut, dan lepas dalam 5-15 hari. Tidak ada cairan atau bau yang keluar dari pangkal tali pusat. Tanda infeksi pada tali pusat meliputi kulit di sekitar pusat tampak merah dan bengkak.
Cairan kuning atau nanah keluar dari pangkal tali pusat. Tali pusat mengeluarkan bau tidak sedap. Bayi menangis saat Anda menyentuh area pusat. Bayi demam tanpa sebab yang jelas.
Segera bawa ke dokter jika Anda melihat tanda-tanda ini. Infeksi tali pusat dapat menyebar ke aliran darah dan menyebabkan sepsis.
Kesimpulan
Bayi baru lahir menunjukkan tanda bahaya melalui berbagai gejala fisik. Demam di atas 38 derajat Celcius atau suhu di bawah 36 derajat Celcius memerlukan penanganan segera. Kesulitan bernapas, kebiruan pada kulit, dan kejang juga menjadi tanda darurat.
Muntah proyektil, muntah hijau, atau muntah seperti bubuk kopi tidak boleh Anda abaikan. Diare disertai tanda dehidrasi seperti popok kering dan ubun-ubun cekung berbahaya bagi bayi. Tinja berwarna putih, merah, atau hitam pekat menandakan masalah pada saluran cerna.
Kuning pada kulit yang muncul di 24 jam pertama atau mencapai telapak tangan sangat berbahaya. Tali pusat yang berbau, bernanah, atau kemerahan di sekitarnya menandakan infeksi. Jangan ragu memeriksakan bayi ke dokter meskipun Anda hanya merasa curiga.
Lebih baik datang ke rumah sakit untuk hal yang tidak serius daripada datang terlambat untuk hal yang serius. Percayalah pada naluri orang tua Anda. Anda yang paling mengenal bayi Anda. Jika merasa ada yang tidak beres, segera cari bantuan medis.