Tanda-tanda Bayi Tumbuh Gigi dan Cara Meredakan Rasa Sakitnya

Tanda-tanda Bayi Tumbuh Gigi dan Cara Meredakan Rasa Sakitnya

Tanda-tanda Bayi Tumbuh Gigi Proses tumbuh gigi menjadi fase yang tidak mudah bagi sebagian bayi. Gigi pertama biasanya muncul saat bayi berusia 4 hingga 7 bulan. Rasa sakit dan tidak nyaman menyertai setiap gigi yang akan keluar. Bayi menjadi rewel dan sulit tidur di malam hari. Anda sebagai orang tua perlu mengenali tanda-tanda bayi tumbuh gigi. Anda juga perlu mengetahui cara meredakan rasa sakitnya tanpa obat-obatan berbahaya. Berikut panduan lengkap menghadapi masa tumbuh gigi pada bayi.

Baca juga Panduan Memilih Mainan Aman untuk Bayi Usia 0-12 Bulan

Kapan Gigi Pertama Bayi Muncul?

Setiap bayi memiliki waktu tumbuh gigi yang berbeda-beda. Gigi bawah bagian depan biasanya muncul pertama kali pada usia 4 hingga 7 bulan. Gigi atas bagian depan menyusul sekitar usia 8 hingga 12 bulan. Kemudian gigi samping dan geraham akan muncul secara bertahap. Beberapa bayi sudah memiliki gigi di usia 3 bulan. Bayi lain baru mendapatkan gigi pertama saat usia 12 bulan. Kedua kondisi ini masih normal dan tidak perlu Anda khawatirkan. Konsultasikan ke dokter jika bayi belum memiliki gigi di usia 18 bulan.

Tanda Bayi Tumbuh Gigi

Bayi yang sedang tumbuh gigi menunjukkan beberapa tanda berikut. Pertama, bayi menjadi lebih rewel dari biasanya tanpa sebab yang jelas. Tangis bayi mungkin lebih sering di malam hari. Kedua, bayi mengeluarkan air liur lebih banyak dari biasanya. Anda mungkin perlu mengganti baju bayi beberapa kali sehari. Ketiga, bayi suka menggigit benda apapun yang ia temui. Mainan, tangan Anda, atau ujung selimut semuanya ia masukkan ke mulut. Keempat, gusi bayi tampak bengkak dan kemerahan. Anda bisa melihat benjolan kecil berwarna putih di bawah permukaan gusi.

Kelima, bayi sering menggosok pipi atau menarik telinganya. Rasa sakit dari gusi menjalar ke area pipi dan telinga. Keenam, bayi menolak menyusu atau makan. Gerakan mengisap memperparah rasa sakit di gusinya. Ketujuh, bayi mengalami gangguan tidur. Ia mungkin terbangun lebih sering di malam hari. Kedelapan, bayi mengalami ruam di area dagu dan leher. Ruam ini akibat air liur yang terus-menerus membasahi kulit. Perhatikan bahwa demam tinggi bukanlah tanda tumbuh gigi. Suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius menandakan infeksi, bukan tumbuh gigi.

Cara Meredakan Sakit Tumbuh Gigi

Cara pertama: berikan teether yang sudah didinginkan di lemari es. Suhu dingin mengurangi pembengkakan dan rasa sakit di gusi. Jangan masukkan teether ke freezer karena benda beku dapat melukai gusi bayi. Pastikan teether tidak mengandung cairan berbahaya di dalamnya.

Cara kedua: pijat gusi bayi dengan jari yang sudah dicuci bersih. Gunakan jari kelingking Anda. Gosok lembut gusi yang bengkak dengan gerakan memutar selama satu hingga dua menit. Tekanan lembut ini membantu mengurangi rasa sakit.

Cara ketiga: berikan kain bersih yang sudah dibasahi air dingin. Biarkan bayi menggigit kain tersebut. Tekstur kain memberikan tekanan pada gusi. Suhu dingin dari kain juga membantu mengurangi pembengkakan.

Cara keempat: lap air liur bayi secara teratur dengan kain lembut. Air liur yang mengering di kulit menyebabkan iritasi dan ruam. Oleskan petroleum jelly di sekitar mulut dan dagu bayi. Lapisan petroleum jelly melindungi kulit dari paparan air liur.

Cara kelima: berikan makanan dingin jika bayi sudah makan makanan padat. Yogurt dingin, puree buah dingin, atau jus buah dingin sangat membantu. Suhu dingin menenangkan gusi yang meradang. Pastikan tekstur makanan sesuai dengan usia bayi.

Kapan Harus Memberikan Obat Pereda Sakit

Obat pereda sakit hanya untuk kasus yang sangat parah. Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan obat apapun ke bayi. Dokter mungkin merekomendasikan parasetamol atau ibuprofen untuk bayi. Berikan obat sesuai dosis yang dianjurkan berdasarkan berat badan bayi. Jangan memberikan aspirin pada bayi karena berisiko menyebabkan sindrom Reye. Jangan menggunakan gel oles yang mengandung benzocaine. Benzocaine dapat menyebabkan kondisi langka bernama methemoglobinemia. Kondisi ini mengurangi kemampuan darah membawa oksigen.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Bayi Tumbuh Gigi

Beberapa tindakan berbahaya sering dilakukan orang tua. Pertama, jangan pernah memotong gusi bayi untuk mempercepat keluarnya gigi. Tindakan ini menyebabkan infeksi serius. Kedua, jangan memberikan es batu langsung ke gusi bayi. Es batu terlalu dingin dan keras untuk gusi bayi. Ketiga, jangan menggunakan gel atau salep tanpa resep dokter. Beberapa produk mengandung bahan berbahaya untuk bayi. Keempat, jangan mengikatkan teether di leher bayi. Tali dapat melilit leher dan menyebabkan mati lemas. Kelima, jangan memberikan mainan yang mudah pecah untuk digigit bayi. Pecahan mainan dapat tertelan dan menyumbat saluran napas.

Kapan Harus ke Dokter

Segera bawa bayi ke dokter jika Anda melihat tanda-tanda berikut. Pertama, suhu tubuh bayi di atas 38 derajat Celcius. Demam tinggi bukanlah tanda tumbuh gigi. Kedua, bayi mencret atau muntah berulang kali. Ketiga, bayi tampak sangat lemas dan tidak mau menyusu sama sekali. Keempat, gusi tampak berdarah atau keluar nanah. Kelima, bayi tidak mau minum apapun selama lebih dari 8 jam. Kelima, bayi terus menangis tanpa henti meskipun sudah Anda coba berbagai cara. Dokter akan memeriksa apakah ada penyebab lain di balik gejala tersebut.

Perawatan Setelah Gigi Muncul

Setelah gigi muncul, Anda perlu merawatnya sejak dini. Bersihkan gigi bayi dengan kain bersih yang sudah dibasahi air matang. Lakukan setelah bayi minum ASI atau susu formula. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susu. Gula dalam susu dapat menyebabkan kerusakan gigi meskipun gigi baru tumbuh. Gunakan sikat gigi khusus bayi saat gigi sudah tumbuh sempurna. Pilih sikat dengan bulu sangat lembut dan kepala sikat kecil. Gunakan pasta gigi berfluoride sebesar biji beras. Ajak bayi ke dokter gigi saat ulang tahun pertama atau saat gigi pertama muncul.

Kesimpulan

Tumbuh gigi merupakan proses alami yang akan dialami setiap bayi. Kenali tanda-tandanya seperti rewel, air liur berlebih, gusi bengkak, dan kebiasaan menggigit. Berikan teether dingin atau kain basah dingin untuk meredakan rasa sakit. Pijat gusi bayi dengan jari bersih secara lembut. Lap air liur secara teratur untuk mencegah ruam di dagu. Berikan makanan dingin jika bayi sudah makan makanan padat. Jangan pernah memberikan obat tanpa resep dokter. Jangan melakukan tindakan berbahaya seperti memotong gusi. Segera ke dokter jika bayi demam tinggi, diare, atau tidak mau menyusu. Setelah gigi muncul, rawat gigi bayi dengan membersihkannya secara rutin. Masa tumbuh gigi akan berlalu. Setiap gigi yang muncul membawa bayi Anda selangkah lebih dekat ke masa balita yang menyenangkan. Anda bisa melewati fase ini dengan sabar dan penuh kasih sayang.